Era informasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara kita menerima, memproses, dan memahami berita. Tahun 2025 merupakan titik di mana perkembangan teknologi dan akses informasi semakin cepat, menyulut pertanyaan-pertanyaan penting tentang bagaimana kita harus menyikapi informasi yang ada. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara menyikapi kabar terkini di era informasi ini dengan pendekatan yang berbasis pada EAT (Experiences, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
I. Memahami Konteks Era Informasi
Dalam beberapa tahun terakhir, berita dan informasi tidak hanya bisa diakses melalui media tradisional seperti televisi dan surat kabar, tetapi juga melalui platform digital seperti media sosial, blog, dan podcast. Menurut data dari Statista, pada tahun 2025, sekitar 4,9 miliar orang di seluruh dunia sudah memiliki akses internet, dan lebih dari 3,6 miliar orang menggunakan media sosial.
A. Menghadapi Tantangan Disinformasi
Di era informasi ini, tantangan terbesar yang dihadapi adalah disinformasi. Dengan kemudahan dalam menyebarkan informasi, banyak kabar yang tidak akurat atau bahkan palsu. International Fact-Checking Network (IFCN) melaporkan bahwa disinformasi telah menjadi fenomena global dengan pengaruh signifikan terhadap opini publik. Oleh karena itu, mengenali sumber informasi yang dapat dipercaya menjadi sangat penting.
B. Pentingnya Literasi Media
Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang diterima. Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk meningkatkan literasi media kita. Menurut UNESCO, literasi media harus menjadi bagian dari pendidikan formal dan non-formal untuk membekali individu agar lebih waspada terhadap informasi yang mereka terima.
II. Langkah-langkah Menyikapi Kabar Terkini
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk menyikapi kabar terkini dengan lebih bijaksana di era informasi 2025.
A. Mencari Sumber Tepercaya
Sebelum mengambil kesimpulan dari suatu informasi, penting untuk memeriksa sumber berita. Berikut adalah kriteria dalammencari sumber yang dapat dipercaya:
-
Reputasi Penyedia Berita: Carilah outlet berita yang sudah dikenal luas dan diakui, baik secara nasional maupun internasional. Misalnya, BBC, CNN, dan media nasional yang kredibel seperti Kompas, Tempo, atau Detik.
-
Penuturan Berita yang Seimbang: Berita yang baik biasanya menghadirkan berbagai sudut pandang dan tidak hanya fokus pada satu sisi cerita.
-
Fakta dan Referensi: Pastikan berita didukung oleh data dan referensi yang kuat. Jika berita menyebutkan angka atau statistik, coba telusuri sumber data tersebut.
B. Tidak Terburu-buru Berkomentar
Di era media sosial, seringkali kita merasa terdorong untuk segera memberikan komentar atau berbagi informasi yang kita baca. Namun, sikap ini bisa berbahaya. Menurut Dr. Elizabeth Dwoskin, seorang psikolog komunikasi, “Rasa urgensi untuk berbagi informasi sering kali mengalahkan pertimbangan kritis kita.” Sebaiknya, luangkan waktu untuk merenungkan informasi sebelum membagikannya.
C. Mempertanyakan Bias
Setiap orang memiliki perspektif dan bias yang dapat memengaruhi cara mereka menggambarkan berita. Pertanyaan yang perlu diajukan kepada diri sendiri adalah: “Apakah saya mengizinkan bias saya memengaruhi penilaian saya terhadap berita ini?” Untuk meminimalkan bias, cobalah untuk membaca berita dari berbagai sudut pandang.
D. Memanfaatkan Teknologi
Teknologi tidak hanya berperan dalam menyebarkan informasi, tetapi juga dalam memverifikasi dan menemukan kebenarannya. Beberapa alat yang dapat digunakan adalah:
-
Google Fact Check Tools: Menggunakan alat ini dapat membantu memverifikasi keakuratan informasi yang beredar.
-
Snopes.com: Situs ini dikhususkan untuk memeriksa rumor dan hoaks yang beredar di internet.
-
Media Sosial Monitoring Tools: Beberapa platform juga menawarkan fasilitas untuk melacak berita dan analisis sentimen, seperti BuzzSumo.
E. Keterlibatan dalam Diskusi Informasi
Bergabung dalam forum atau kelompok diskusi yang membahas isu-isu terkini bisa memperdalam pemahaman kita. Diskusi ini dapat terjadi dalam format tatap muka atau melalui platform online. Memberikan pandangan yang berbasis fakta akan menambah kredibilitas diri kita serta memberikan kontribusi positif terhadap percakapan yang lebih luas.
III. Memanfaatkan Kabar Terkini untuk Kesejahteraan Pribadi
Di era informasi ini, kabar terkini juga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan kita. Berikut adalah cara-cara untuk memanfaatkan informasi secara konstruktif:
A. Kesehatan dan Informasi Kesehatan
Informasi kesehatan yang valid sangat penting, terutama dengan keadaan dunia yang terus berubah sebagai akibat dari pandemi COVID-19 dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. Mengetahui kabar terkini tentang kesehatan dapat membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Misalnya, dengan adanya informasi terbaru mengenai vaksin atau tips kesehatan mental, kita bisa lebih siap menghadapi tantangan.
B. Kesempatan dalam Bisnis
Bisnis kecil dan startup dapat memanfaatkan informasi terkini untuk mengenali tren pasar dan menyesuaikan strategi mereka. Misalnya, banyak bisnis yang berkembang selama pandemi dengan cara menawarkan layanan digital, seperti pengantaran makanan atau kelas online, karena mereka memanfaatkan informasi tentang perubahan kebutuhan dan perilaku konsumen.
C. Pengembangan Diri
Menyikapi informasi terkini juga bisa menjadi sarana untuk pengembangan diri. Kursus online, webinar, dan pelatihan sering kali sama sekali gratis atau berbiaya rendah. Manfaatkan informasi untuk mengakses sumber daya ini dan kembangkan keterampilan baru.
IV. Kewajiban Sosial dalam Membagikan Informasi
Sebagai individu, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengkonsumsi informasi tetapi juga membagikannya secara bertanggung jawab.
A. Menerapkan Prinsip Jurnalisme Warga
Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi jurnalis di era informasi ini. Tapi prinsip-prinsip jurnalistik seperti akurasi, keadilan, dan etika harus dipegang dengan teguh. Jika Anda ingin membagikan informasi, pastikan bahwa isinya telah diverifikasi dan tidak merugikan pihak lain.
B. Edukasi Lingkungan Sekitar
Membagikan pengetahuan dan informasi mengenai cara menyikapi kabar terkini kepada teman dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sadar informasi. Menjadi pemimpin dalam hal literasi media dapat meningkatkan kesadaran di masyarakat.
C. Advokasi untuk Transparansi
Dukung media dan organisasi yang berupaya untuk memberikan berita yang transparan dan akurat. Secara aktif mempromosikan lembaga yang memiliki reputasi baik dalam menyediakan informasi dapat memperkuat ekosistem berita yang sehat.
V. Kesimpulan
Menyikapi kabar terkini di era informasi 2025 bukanlah tugas yang sederhana, namun sangat penting untuk dapat hidup di lingkungan informasi yang cepat berubah. Dengan mengambil langkah-langkah bijak seperti mencari sumber yang tepercaya, tidak terburu-buru dalam berkomentar, mempertanyakan bias, memanfaatkan teknologi, dan terlibat dalam diskusi, kita dapat menjadi konsumen informasi yang lebih baik. Selain itu, memanfaatkan kabar terkini untuk kesejahteraan pribadi dan bertanggung jawab dalam membagikan informasi juga merupakan langkah penting menuju masyarakat yang lebih terinformasi.
Dalam kesimpulannya, kita harus ingat bahwa di zaman informasi ini, pengetahuan adalah kekuatan, dan cara kita menyikapi berita yang kita terima dapat membentuk bukan hanya diri kita sendiri, tetapi juga masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
Berita bukan hanya sekedar informasi; ia adalah informasi berharga yang harus dikelola dengan bijak. Dengan memiliki pendekatan yang berdasarkan pada keahlian, pengalaman, otoritas, dan kepercayaan, kita dapat membangun masa depan yang lebih positif di era informasi yang terus berkembang.