Mengungkap Rahasia di Balik Konten Trending di Media Sosial

Media sosial adalah fenomena global yang tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi, tetapi juga cara kita mengonsumsi informasi. Konten yang trending di platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter sering kali menjadi sorotan utama, menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia. Namun, apa sebenarnya yang membuat konten tersebut viral? Mengapa beberapa ide atau video muncul di atas yang lain? Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas rahasia di balik konten trending di media sosial, dengan mengacu pada prinsip-prinsip EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) yang dikeluarkan oleh Google.

1. Mengetahui Karakteristik Konten Trending

Untuk memahami apa yang membuat konten menjadi trending, penting bagi kita untuk mengenali beberapa karakteristik umum dari konten tersebut:

1.1. Relevansi

Konten yang mengikuti tren terkini atau masalah yang relevan dengan masyarakat cenderung mendapatkan lebih banyak perhatian. Misalnya, selama pandemi COVID-19, konten yang berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, dan cara menjaga kesehatan menjadi sangat populer.

1.2. Emosi

Konten yang membangkitkan emosi—baik itu tawa, kebahagiaan, atau bahkan tangisan—dapat menjadi viral dengan cepat. Emosi membuat orang cenderung ingin berbagi konten tersebut dengan teman-teman mereka. Menurut penelitian oleh Harvard Business Review, konten yang dapat membangkitkan emosi memiliki peluang 56% lebih tinggi untuk dibagikan.

1.3. Visual yang Menarik

Dalam dunia media sosial, gambar dan video berperan penting. Konten visual yang berkualitas tinggi dan menarik dapat menarik perhatian pengguna dan mendorong mereka untuk berinteraksi. Seminar oleh ahli pemasaran digital, Neil Patel, menunjukkan bahwa konten dengan gambar berkualitas dapat meningkatkan minat pengguna hingga 94%.

1.4. Narasi yang Kuat

Cerita yang baik adalah alat yang ampuh untuk menarik perhatian. Konten yang memiliki narasi kuat bercerita tentang pengalaman, perjalanan, atau bahkan tantangan dapat menciptakan koneksi emosional dengan audiens. PewDiePie, seorang YouTuber terkenal, sering menggunakan narasi dalam videos-nya untuk memikat penontonnya.

2. Prinsip EEAT dalam Konten Media Sosial

Konten yang sukses di media sosial tidak hanya menarik, tetapi juga kredibel. Di sinilah prinsip EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) berperan penting.

2.1. Experience (Pengalaman)

Konten yang berasal dari pengalaman pribadi cenderung lebih menarik. Misalnya, seorang influencer kesehatan yang berbagi cerita tentang perjuangannya melawan obesitas dapat menciptakan koneksi lebih dekat dengan pengikutnya. Pengalaman langsung memberikan nuansa otentik yang sulit ditiru. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh HubSpot, 77% pengguna lebih cenderung mengikuti seorang influencer yang berbagi pengalaman pribadi mereka.

2.2. Expertise (Keahlian)

Kredibilitas juga ditentukan oleh seberapa berpengalaman seseorang dalam topik yang mereka bahas. Konten yang ditulis atau disampaikan oleh ahli di bidangnya (seperti dokter berbicara tentang kesehatan mental) cenderung lebih dipercaya. Misalnya, dr. Zaidul Akbar, seorang ahli kesehatan, sering membahas topik kesehatan dengan fakta-fakta yang didukung oleh penelitian ilmiah.

2.3. Authoritativeness (Otoritas)

Otoritas dalam konteks media sosial berarti seberapa penting suara seseorang dalam bidang tertentu. Seseorang yang dianggap otoritas akan memiliki pengaruh yang besar terhadap pengikutnya. Misalnya, Barack Obama memiliki platform media sosial yang besar, dan setiap unggahan dari beliau biasanya mendapatkan perhatian luas.

2.4. Trustworthiness (Kepercayaan)

Faktor kepercayaan adalah salah satu aspek terpenting. Konten yang jujur dan transparan cenderung lebih dihargai oleh audiens. Ini dapat mencakup pengakuan terhadap sponsor atau kolaborasi yang dilakukan. Misalnya, banyak influencer yang secara terbuka menyatakan bahwa mereka dibayar untuk promosi, yang dapat meningkatkan kepercayaan follower.

3. Contoh Konten Trending di Media Sosial

Mari kita lihat beberapa contoh konten yang telah menjadi viral di media sosial dan bagaimana mereka menerapkan karakteristik yang telah dibahas.

3.1. Video Tarian di TikTok

TikTok, platform yang sangat populer di kalangan anak muda, sering kali dipenuhi dengan video tarian yang menjadi viral. Salah satu contoh yang menonjol adalah tantangan tarian “Renegade” yang dipopulerkan oleh Jalaiah Harmon. Video ini mencapai jutaan tampilan berkat gerakan tari yang mudah diikuti, melibatkan musik yang catchy, dan emosi positif yang disampaikan melalui gerakan. Konsep ini memanfaatkan visual yang menarik dan keterlibatan emosional untuk menarik perhatian audiens.

3.2. Meme Humor di Instagram

Meme juga merupakan salah satu bentuk konten yang paling banyak dibagikan. Akun seperti “The Fat Jewish” dikenal karena meme-memenya yang lucu dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Meme-meme ini sering kali membangkitkan emosi tawa dan berbicara langsung kepada audiens tentang pengalaman yang mereka alami sehari-hari.

3.3. Konten Edukasi di YouTube

Dengan semakin banyak orang yang mencari informasi secara online, konten edukasi di YouTube telah mendapatkan banyak perhatian. Sumber informasi yang kredibel, seperti “Kurzgesagt – In a Nutshell”, menyajikan informasi yang sulit dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Menerapkan prinsip-prinsip EEAT, kanal ini menyediakan informasi yang valid dan terpercaya, serta memikat penonton dengan visual animasi yang menawan.

4. Strategi Untuk Membuat Konten Trending

Untuk menciptakan konten yang berpotensi menjadi viral, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan:

4.1. Mengikuti Trend

Selalu update dengan trend terkini. Gunakan alat analisis media sosial untuk mengetahui apa yang sedang panas di platform yang Anda gunakan. Misalnya, Google Trends dapat menunjukkan apa yang dicari orang, sedangkan Instagram dan TikTok sering menyediakan informasi tentang hashtag yang sedang trend.

4.2. Memanfaatkan Hashtag

Penggunaan hashtag dapat meningkatkan visibilitas konten Anda. Namun, penting untuk memastikan bahwa hashtag yang digunakan relevan dengan konten yang Anda posting. Hashtag harus mencerminkan tema atau emosi dari konten tersebut.

4.3. Berkolaborasi dengan Influencer

Menggandeng influencer yang memiliki audiens yang relevan dengan niche Anda dapat membantu meningkatkan jangkauan konten. Influencer yang berhasil akan dapat membantu menyalurkan pesan Anda kepada lebih banyak orang.

4.4. Menggunakan Storytelling

Dallas Taylor, seorang pembuat film yang dikenal, menyatakan bahwa kisah yang baik adalah salah satu cara terbaik untuk membuat konten menonjol. Buatlah narasi yang bisa membangkitkan emosi, menawarkan solusi, atau memberi inspirasi kepada audiens.

4.5. Interaksi dan Engagement

Lakukan interaksi aktif dengan audiens Anda. Tanyakan pendapat mereka, buat sesi tanya jawab, atau adakan kontes. Engaging dengan audiens dapat meningkatkan loyalitas dan membuat mereka lebih mungkin untuk membagikan konten Anda.

5. Peran Algoritma dalam Konten Trending

Algoritma dari platform media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konten yang viral. Mempelajari cara kerja algoritma ini bisa menjadi kunci untuk menciptakan konten yang diterima dengan baik.

5.1. TikTok

TikTok menggunakan algoritma yang berfokus pada interaksi pengguna, sering kali memberikan peluang lebih besar bagi konten yang mengumpulkan banyak suka dan komentar dalam waktu singkat. Oleh karena itu, menciptakan konten yang dapat menarik perhatian dan mengundang interaksi sangat penting.

5.2. Instagram

Instagram juga memperhatikan seberapa sering pengguna berinteraksi dengan akun tertentu. Konten yang mendapatkan banyak interaksi cenderung muncul di feed lebih sering. Oleh karena itu, memperhatikan waktu posting, penggunaan hashtag, dan kualitas konten menjadi faktor penting dalam meningkatkan keterlihatan.

5.3. Twitter

Twitter lebih berfokus pada kecepatan. Konten yang mendapatkan retweet dan suka dalam waktu singkat memiliki peluang tinggi untuk menjadi trending. Mengambil keuntungan dari momen-momen real-time (seperti saat berlangsungnya acara tertentu) dapat meningkatkan kemungkinan konten Anda menarik perhatian.

6. Kesimpulan

Menghasilkan konten yang trending di media sosial bukanlah hal yang mudah, namun dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap viralitas konten, kita dapat menciptakan sesuatu yang memiliki potensi untuk menarik perhatian. Relevansi, emosi, visual yang menarik, dan narasi yang kuat adalah kunci dalam menciptakan konten yang berhasil.

Mengintegrasikan prinsip EEAT juga sangat penting untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan audiens. Dengan mengikuti tren, menggunakan hashtag yang tepat, berkolaborasi dengan influencer, dan menciptakan interaksi dua arah, Anda bisa meningkatkan peluang konten Anda untuk menjadi viral.

Media sosial adalah ruang yang dinamis dan terus berkembang. Beradaptasi dengan perubahan dan tetap terbuka untuk bereksperimen adalah langkah penting untuk meraih kesuksesan di platform ini. Jadi, siapkan ide-ide kreatif Anda dan mulailah menciptakan konten yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menciptakan dampak yang positif di dunia maya!


Dengan informasi yang up-to-date dan relevan, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam dan bermanfaat bagi pembaca yang ingin memahami lebih baik tentang dunia konten trending di media sosial. Mari kita bersama-sama menjadikan media sosial tempat yang lebih informatif dan inspiratif!